
Saya percaya, inspirasi bisa datang kapan saja, di mana saja, dan oleh siapapun itu. Termasuk dari seorang tante-tante penggila belanja bernama Amelia Masniari alias Miss Jinjing. Karena saya bukan seorang shopaholic, maka saya sekalipun tidak mengenal tante ini hingga ia muncul dalam rubrik Sosialita Kompas hari minggu(3/5) kemarin. Dan begitu membaca profilnya, saya pun mengeluarkan beragam reaksi mulai dari ketawa hingga mengerenyit.
Miss Jinjing adalah seorang tante-tante yang doyan belanja akut! Seneng banget kalau lihat tas seharga 150 juta atau sepatu Jimmy Choo dan barang branded lainnya. Ia mengaku kalau seni berbelanja adalah bukan dari produknya melainkan dari proses huntingnya. Katanya kalau sudah mendapatkan barang yang diinginkan, serasa seperti orgasme, hahaha...
Terlahir dari anak orang kaya yang sadar fashion, kebiasaan belanjanya sudah terbentuk sejak kecil. Bahkan sampai menjadi seorang istri pun kebiasaannya masih diteruskan. Ia mengaku suaminya tidak kaya-kaya amat (menurut ukurannya Miss Jinjing kali?), tetapi ia juga memiliki pekerjaan yang cukuplah untuk ke Eropa empat bulan sekali cuma untuk shopping!
Permasalahan muncul ketika bisnisnya mundur, sementara anaknya semakin besar dan ia harus pindah ke Jambi mengikuti dinas suaminya. Demi memuaskan hasrat belanjanya, ia pun mendapat ide untuk menjadi seorang personal buyer. itu semacam profesi seperti konsultan yang membantu orang lain dalam berbelanja sesuatu. Hasilnya, ia mendapat komisi 20 persen dari setiap harga barang yang didapatkan. Anggap saja ia berhasil mendapat sebuah tas permintaan klien seharga 30 ribu Euro. Berarti komisinya 6 ribu Euro, dong! Gila! Dia ke luar negeri dibayarain orang lain cuma buat belanja!
Hal-hal lain yang tidak kalah penting, ia juga merupakan seorang Blogger (belanja-sampai-mati.blogspot.com) dan hasil kumpulan tulisan blognya telah dibukukan dalam buku berjudul Miss Jinjing, Belanja Sampai Mati. Bahkan buku keduanya akan muncul. Mungkin suatu saat saya akan mencoba membaca bukunya.
Satu lagi, dalam biodatanya pada Kompas tersebut, salah satu hobinya adalah: Mendidik perempuan menjadi pembelanja yang pintar. Maksud looooh???
***
Saya memang bukan seorang shopaholic dan tidak ingin menjadi seorang shopaholic sekalipun! Tetapi saat saya mendiskusikan hal ini bersama seorang teman saya, Yudistira Adi Nugroho, kami seolah memiliki satu kesepakatan yang sama tentang Miss Jinjing.
Di mata kami, seorang Miss Jinjing adalah seorang figur yang memiliki prinsip terhadap hal yang ia sukai, yang mungkin bagi orang lain hal tersebut sangat ekstrem. Namun, ia tidak peduli orang lain berkata apa, karena ia memiliki filosofi tersendiri terhadap kegemarannya tersebut.
Ia hidup dalam dunia yang apa dia suka. Tetapi ia sangat bertanggung jawab terhadap dunianya tersebut.
Sebagai contoh, saat berada dalam kondisi titik balik, sementara kebutuhan berbelanjanya semakin tinggi, ia mencari jalan agar kebutuhannya dapat terpenuhi tanpa menggantungkan diri kepada orang lain. Dengan kreatifnya ia menjadi personal buyer, hanya karena kebutuhan akan belanja! Dengan kata lain, ia akan melakukan hal apapun, secara positif, dengan cara yang unik, hanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan. So Inspiring!
Saya jadi teringat sebuah quotes dalam film Little Miss Sunshine,
“...If I wanna fly, I'll find a way to fly. You do what you love, and f*** the rest. ”-Dwayne. Little Miss Sunshine-