
Ah, yang namanya dalam suatu kepanitiaan formal, bahkan yang tingkat nasional sekalipun seperti EQUALITY 2009, pasti selalu ada berbagai aksi "informal" dari setiap pendukung acaranya... :)








Terlalu berat memanggul ransel. Terlalu mahal menyeret koper. Tidur, yuuukk!!!
...aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,
terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,
lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..(Maliq d'Essentials - Coba Katakan)
Hahaha... jarang sekali saya menuliskan lirik lagu di dalam blog saya. Tetapi tak apalah, karena lirik lagu ini akan mengawali tulisan saya mengenai sejumlah lagu Maliq d'Essentials yang saya sukai.
***
Entah mengapa saat Maliq d'Essentials mendobrak panggung hiburan tanah air dengan peluncuran album pertamanya dengan hit single seperti Terdiam atau The One, saya merasa biasa saja. Nothing special for me. Mungkin yang cukup saya suka adalah Blow My Mind. karena di sini nuansa funk-nya cukup terasa.
Di Album kedua (Free Your Mind) saya cukup jatuh hati dengan Heaven. entah mungkin karena musiknya yang cukup soulful buat saya. Apalagi saat berada di bait:
Jika Memang Adanya
aku dan Kamu
Kita Bahagia
Jadikanlah Cerita
Kita Berdua
Untuk Selamanya
Oh
Di album Free Your Mind Repackage, saya dibuat tergila-gila degan lagu Dia, yang sekaligus menjadi soundtrack film Claudia/Jasmine.
Dia... melihatku apa adanya... seakan ku sempurna.
Selain musiknya yang santai, lirik yang mantab, saya juga dimanja dengan video clipnya yang -entah mengapa- saya suka. Sampai-sampai saya mendownload videonya di Youtube. Fuh...
Ramadhan tahun lalu saya dibuat kaget. Saat seluruh radio dipenuhi dengan lagu-lagu religi-latah-sama-Gigi, tiba-tiba saya disejukkan dengan sebuah lagu religi yang sangat universal (dapat dinikmati oleh semua orang, termasuk non-muslim). Yang liriknya berbunyi:
Buka mata, hati telinga
Sesungguhnya, masih ada yang lebih penting
dari sekedar kata cinta...
Sangat universal bukan? Lagu itu langsung saya search di google dengan mengetikkan bait tersebut. Ternyata itu single religinya Maliq d'Essentials yang berjudul Mata Hati Telinga. Maaf sekali Ungu, tapi single religi kalian sangat tidak ada apa-apanya...
Lantas keluarlah album Mata Hati Telinga. Saya punya satu albumnya. Soal aseli atau bajakan, Rahasia, ya! hehehe...
'Pilihanku', menjadi lagu yang -menurut saya- sangat fun. Meskipun romantis, tetapi dipengaruhi oleh video klipnya yang fun, saya jadi merasa lagu ini sangat fun (and cool)!
Maukah kau 'tuk menjadi pilihanku
Menjadi yang terakhir dalam hidupku
***
Ah lagu-lagu Maliq d 'Essentials tanpa terasa telah menjadi soundtrack hidup saya. Saya orangnya memang sok nge-jazz, sok nge-soul, dan sok nge-blues. tapi yang membuat saya jatuh hati dengan band ini bukan masalah itu. Entah mengapa lirik setiap lagunya sangat mengiringi kehidupan saya. Termasuk lagu Coba Katakan yang saya dengar di radio beberapa hari yang lalu.
Lagu Coba Katakan sendiri menurut saya menjadi sebuah lagu sedih, yang sama sekali tak terdengar sedih. Jangan samakan lagu sejumlah band "tertentu" yang cengeng. Atau bahkan sejumlah band yang lagunya tidak sedih tapi sukses membuat saya menangis tak tahan. Hehehe...
Saya mengakui lagu-lagu Maliq sangat menjadi soundtrack hidup saya bahkan membantu dalam proses pendewasaan saya. Saya bukan fans berat Maliq d'Essentials. Tetapi saya adalah orang yang tidak sabar menunggu karya-karya mereka...
***
Aduh, tiba-tiba saya ingin:
Jalan-jalan.
Menulis Blog.
Membuat karya.
Jalan-jalan.
Menulis Blog.
Saya ingin keluar dari rutinitas!
Ada yang mau jalan-jalan?
